AWAL IDE INI

Gived to get more (Memberi Untuk Mendapatkan Lebih Banyak)

Sepintas kalimat ini seperti sebuah maksud untuk melakukan suatu kebaikan dengan memberikan sesuatu kemudian mengharapkan sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak sebagai imbalannya, Jika dikembalikan pada titik awal suatu kejadian, Allah telah menciptakan atau menjadikan sesuatu dengan maksud tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh nalar dan logika berfikir makhluk ciptaannya, karena itu semua tidak lepas dari Sifat Nya yang Maha Berkehendak dan Maha Tahu, begitu pun manusia diciptakan dengan fitrah memiliki sebagian dari sifat Allah tersebut, yaitu memilki kehendak sendiri, dan fitrah dari suatu kehendak tak lepas dari maksud dan tujuan dari kehendak tersebut, Suatu kehendak atau keinginan memiliki hasil sampingan berupa sebab dan akibat, dengan kata lain, suatu keinginan memiliki maksud dan tujuan pada awalnya, dan apabila telah dilakukan atas seizin Allah maka henghasilkan suatu kejadian, suatu kejadian pasti dapat dilihat apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi akibatnya, jika semuanya diketahui maka tersimpulkan menjadi sebuah pengetahuan, dan karena Allah Maha Tahu maka pengetahuan adalah milik Allah.

Manusia hanya diberikan sedikit sekali pengetahuan oleh Allah S.W.T. Maka dari itu segala sesuatu harus didasari oleh keridhoan Allah yang memiliki segalanya, dan karena itu pula di dalam memperoleh keridhoan Allah perlu adanya keihklasan hati untuk siap menerima apapun yang diberikan oleh Allah kepada kita, dan sebagai tanda keikhlasan yang tulus maka kalimat Lillahi ta’ala selalu ada dalam niat baik seorang muslim, dari niat baik yang terbungkus dengan keikhlasan yang tulus tersebut menjadi sebuah kepasrahan yang menyeluruh di saat menjalankan dan melaksanakan niat tersebut, setelah dilaksanakan maka akan ada hasilnya berupa kejadian, apakah hasil tersebut sesuai dengan tujuan atau tidak, itu adalah urusan Allah, yang jelas ada dua kemungkinan untuk disikapi oleh seorang muslim atas hasil tersebut, jika sesuai dengan tujuan maka harus bersyukur kepada Allah, jika tidak sesuai maka hendaklah bersabar karena Allah, dan kesabaran adalah buah dari kepasrahan kepada Allah. Jadi secara tidak langsung segala sesuatu yang kita kehendaki tak akan lepas sedikitpun dari pengetahuan Allah S.W.T. dan segala kejadian tak lepas sedikit pun dari izin Allah S.W.T. oleh karena itu semua harus kita kembalikan kepada Sang Pencipta Yang Maha Agung, sehingga timbul rasa cinta untuk berjalan di jalanNya dalam menegakkan kalimat-kalimat Allah. Semua itu adalah gambaran satu sisi keimanan seorang muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kembali pada kalimat “Memberi untuk mendapatkan lebih banyak”. Pada saat kalimat tersebut masih menjadi sebuah kehendak atau keinginan pada diri seorang muslim, maka dapat kita pisahkan menjadi dua bagian, yaitu (memberi) sebagai suatu maksud dan (mendapatkan lehih banyak) adalah suatu tujuan. Jika kita lihat lebih jauh, kata “memberi” pada dasarnya juga merupakan salah satu sifat Allah, jika kita lihat bagaimana cara Allah memberi sesuatu kepada makhluknya, maka alangkah kecilnya segala sesuatu yang kita berikan kepada orang lain apabila dibandingkan dengan pemberian Allah kepada kita, berangkat dari hal itu maka timbullah dalam hati ini niat yang ikhlas karena Allah dan tanpa ada rasa kesombongan sedikit pun di dalamnya. Untuk bagian kedua, yaitu “mendapatkan labih banyak” merupakan suatu bentuk kalimat yang terdiri dari tiga kata, yang pertama adalah kata “mendapatkan”, merupakan
Atas dasar itu pula seorang muslim menjadi kaya bukan karena memilki banyak harta, melainkan semakin kaya jika ia mampu memberi sesuatu yang bermanfaat kepada sesama yang membutuhkan. Kaya yang dimaksud adalah kaya dalam artian yang sangat luas, karena kaya berarti lebih dari yang lain. Bukankah saat kita memberi berarti kita lebih baik dari yang diberi ? Seperti Sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Maka dapat kita ambil kesimpulan jika semakin banyak kita memberi maka akan semakin lebih baik diri kita, dan itu juga berarti semakin kaya diri kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: